Barcelona-El Bulli

El Bulli food (source: Archdaily)

El Bulli food (source: Archdaily)

If you want to build a ship you don’t give people tools, but a longing for the sea.’

– Antoine Saint-Exupéry –

Setelah dari Marrakesh, kami akan transit semalam di Barcelona, kota yang menurut saya memiliki populasi hipster terbanyak di Spanyol. Gracia district dianggap sebagai lingkungan hipster terbesar di Barcelona. Gang sempit, toko-toko unik, bookshop, dan café-bistro yang memanjakan mata, namun bukan lidah (saya masih belum nemu makanan eropa yang membahagiakan lidah saya, bahkan ONYK, restoran bintang 2 michellin di Budapest belum mengalahkan cita rasa indomie rebus pake cabe). Dan rombongan kami tidak mampir kesana.

Lokasi El Bulli

Lokasi El Bulli (source: Wikipedia)

 

Selain Gracia district, kita juga tidak bisa mampir di Restoran legendaris di Catalonia, El Bulli. Restoran dengan manajemen yang nyentrik ini dihadiahi 3 bintang michellin (bacanya michelang) dan head chef nya, Ferran Adrià, diganjar sebagai “the best chef of decade” oleh Restaurant Magazine. Disini kamu harus membayar 250 EUR untuk full course sebanyak kurang lebih 30 jenis makanan (iya, kamu memakan puluhan makanan sekali bayar) dan salah satu atau dua-nya terdapat bahan makanan yang dianggap termahal di dunia, black truffle. Hasilnya, satu hari setelah pembukaan satu season untuk 8000 dinner set, restoran telah full booked dengan request sebanyak 2 juta manusia. Tidaklah heran majalah Time menjuluki restoran ini sebagai “The most influential restaurant in the world”.

Anthony Bourdain (kiri) dan Ferran Adrià (kanan) -source: elcomercio-

Anthony Bourdain (kiri) dan Ferran Adrià (kanan)
source: elcomercio

 

Tadi saya menyebut restoran ini punya manajemen yang nyentrik. Nilai satu set dinner di restoran ini sebenarnya sekitar 400 EUR, mempunyai 42 chef dengan gaji yang lebih tinggi dari PNS Indonesia, dan berlokasi di tempat terpencil. Kamu mungkin pernah mendengar warung di Indonesia yang populer meskipun berada di sebelah tempat pengumpulan sampah, El bulli berlokasi 2 jam 4 menit menggunakan mobil dari Barcelona dan tak ada transportasi publik untuk mencapainya (berdasarkan google map dan Rome2Rio), ke sebuah tempat bernama Roses di Costa Brava, Catalonia.

“Perjalanan menuju ke restoran merupakan bagian dari dinner”, ujar Ferran Adrià ketika ditanya Anthony Bourdain mengenai lokasi.

“Semua bahan masakan didapat dari lokasi yang kamu lihat sepanjang perjalanan”, lanjut Ferran Adrià sambil tertawa ringan.

Gesture Ferran ketika melihat Anthony memakan setiap makanannya menunjukkan gelagat anak kecil ketika memamerkan mainan terbarunya. Mata berbinar-binar (seingat saya muncul binary di matanya). Melenguh sendiri setiap dia memakan makanannya sendiri. Dengan riang menunjukkan setiap proses pembuatan makanan. Itu ditayangkan saat dinner terakhir di El Bulli. Restoran ini tutup pada 2012. Quote di New York Times adalah “massive monetary loss”.

“Saya ingin setiap orang bisa menikmati makanan saya”, Kata dia ketika menjadi dosen tamu di Harvard Business School saat ditanya tentang harga.

Di depan La Sagrada Familia, saya berpikir, dia menjadi seorang altruist-hipster demi memamerkan makanannya. Saya suka pamer. Saya ada bibit altruist. Saya bukan hipster (hipster’s rule-hipster tidak pernah mengaku hipster). Mungkin saya bisa seperti itu. And I said to Saint-ExupéryMy sea is show-off.