Rabat | Sale (end)

Stasiun Rabat Ville

Stasiun Rabat Ville

Tiba di Gare du Ville atau Stasiun Utama Rabat setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit, kami langsung membeli tiket kereta first class menuju Marrakesh seharga sekitar 180 dirham per kepala. Karena kita membeli tiket grup untuk 10 orang, kita mendapat harga 156 dirham per kepala.

Tanpa bermaksud hedon, kami mengambil first class karena tiket di kereta second class kita tidak mendapat kepastian kursi, dan ada kemungkinan untuk berdiri, seperti kereta api di Indonesia sebelum era Ignasius Jonan. Ini dikonfimasikan oleh wanita muda ramah yang bekerja di konter tiket kereta. Untuk selisih sekitar 30 dirham, kami tidak keberatan untuk membeli kemewahan first class.

Oiya, setelah membaca tentang peran Bung Karno untuk visa gratis ini, saya memutuskan untuk memakai peci sejak dari bus bandara Rabat-Sale. Ini menjadi atraksi sendiri selama perjalan. Setidaknya saya sendiri yang merasa menjadi atraksi.

Kami sepakat untuk merasa lapar. Setelah berdiskusi sebentar, kami memutuskan untuk mencari makanan di sekitar stasiun sekaligus menunggu keberangkatan kereta ke Marrakesh yang dijadwalkan hadir dalam 2 jam ke depan. Saat berjalan tanpa tujuan yang jelas diluar, dalam suhu 15 derajat celcius, kami menemukan restoran kecil yang menyajikan makanan otentik Maroko dengan harga rata-rata 20 dirham. Sepanjang 100 meter jalan menuju restoran, diperoleh belasan foto.

Jalanan Rabat tampak rapi dengan boulevard berbendera merah dengan lambang bintang hijau di tengah. Saya bermaksud men-googling makna bendera Maroko tapi terlalu malas untuk mencarinya. Kesan saya tentang bendera ini, “keberanian agama Islam”. Arsitektur Kota Rabat adalah balok-balok didominasi warna putih dengan tempelan papan petunjuk dan iklan. Mengingatkan saya dengan gaya arsitektur Le Corbusier di Villa Savoye. Saya pernah membaca, bukan, melihat sekilas bangunan Le Corbusier tersebut di buku kuliah arsitektur saya. Ini membuat saya menghubungkan identitas Prancis di Maroko. Meskipun Le Corbusier lahir di Swiss dan baru mendapatkan kewarganegaraan Prancis di umur 43.

10 anak Indonesia di Stasiun Rabat Ville

10 anak Indonesia di Stasiun Rabat Ville

Hubungan Maroko dengan Prancis tidak seperti Indonesia dengan Belanda. Maroko adalah protektorat Prancis dan Spanyol. Membaca Wikipedia sekilas, protektorat adalah semacam kolonialisme yang dilegalkan oleh hukum internasional. Di medio abad 18 hingga awal 19, Prancis dan Spanyol memperebutkan ke-protektorat-an mereka terhadap Maroko. Hasilnya, Spanyol mendapatkan protektorat di garis pantai Maroko dan Prancis di sub-sahara. Tiga aktor dengan masing-masing kepentingan, Maroko ingin merdeka, Prancis dan Spanyol ingin berkuasa, memicu beberapa gelombang perang yang menimbulkan tidak sedikit korban nyawa dan harta. Boleh saya menganalogikannya dengan seorang suami beristri dua. Atau versi feminisnya, seorang istri bersuami dua. Sang suami (istri dalam versi feminis), memperoleh kemerdekaan dari dua pasangannya pada 2 Maret 1956.

58 tahun kemudian, 10 anak Indonesia sedang menikmati kemerdekaan Maroko di gerbong kereta bersih berkursi empuk dengan dekorasi yang didominasi warna maroon, aksen hitam, dikombinasikan lampu bernuansa kuning dan wangi citrus, memberikan kesan mewah. Di dalam gerbong hanya ada 3 orang berusia paruh baya berbahasa Turki di belakang dan sekitar 7 orang berwajah kaukasoid di depan. Kami menyebar mengambil dua kursi untuk satu orang dan merebahkan tubuh kita setelah perjalanan melelahkan Madrid-Rabat. Menurut situs Rome2Rio, dalam 4 jam 42 menit ke depan kita akan tiba di Marrakesh.

Dan George Clooney-Amal Alamuddin berbulan madu di kota itu, Marrakesh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s